20
January
2008

Berorganisasi itu Penting, Mitos Atau Fakta?

jaket Himpunan
Illustration source : Special
Pada saat saya pertama kali memasuki dunia kuliah, salah satu hal yang sering dibicarakan –bila tidak mau dikatakan didoktrinkan- para senior adalah pandangan bahwa berorganisasi dalam kampus adalah hal yang penting karena –katanya- mengandalkan IP (indeks Prestasi) yang tinggi saja saat ini tidak cukup dalam mencari pekerjaan. Diskusi pun seringkali muncul antara anak-anak yang baru lulus UMPTN itu dengan senior-senior yang tidak lulus-lulus senang belajar, dimana mereka (para senior) akan dengan senang hati bernyanyi lagu yang sama berulang-ulang.
Fast Forward 6 tahun kemudian, saat saya telah lulus dari kampus, mungkin ada baiknya kita review lagi pandangan ini.
You are reading Berorganisasi itu Penting, Mitos Atau Fakta? an article wrote by Andrianto Hapsoro at Sunday (22:31:19), 20 January 2008
this articles consist 1,003 words and you are seeing version 1.6 of this article, you can view the change here
there are already 2952 person(s) reading this article, leaving 0 Comments so far

Extended body

Seandainya saya punya anak buah

Mengingat isu utamanya adalah berorganisasi sebagai cara membantu persaingan kerja, maka akan lebih tepat bila saya mengawali dengan kasus fiktif. Anggap saja saya seseorang* yang mencari seorang pegawai baru dan pegawai ini akan bekerja dibawah supervisi saya. Maka dari sisi pencari pegawai, nilai-nilai yang saya cari dari pelamar kerja adalah:
  • Mampu bekerja dibawah tekanan, dalam arti yang sebenar-benarnya.
  • Cerdas. Didunia pekerjaan saya seorang yang mengetahui cara menghitung inersia pipa tidak lebih baik dari orang yang tidak tahu sama sekali, tapi paling tidak mengetahui beda pompa dan kompresor adalah hal mutlak.
  • Sigap.
  • Mau belajar.
  • Ulet.
Sampai sini, hal yang utama yang saya cari jujur saja akan lebih banyak dicover oleh kegiatan belajat-mengajar. Praktikum yang berjibun, Dosen-dosen yang selalu menekankan pentingnya filosofi dasar pelajaran, PR yang banyak, jutaan mata kuliah baru yang tidak pernah didengar sebelumnya, dan keharusan untuk selalu latihan soal agar ujian bisa dilewati bisa membentuk seorang Sarjana teknik yang memenuhi syarat diatas.

Anak buah yang berpotensi menggantikan posisi saya

Hal menjadi sedikit menarik saat pencarian diatas saya tingkatkan kasusnya menjadi seperti ini;
“Anggap saja saya punya beberapa anak buah yang memenuhi syarat diatas, lalu beberapa waktu kemudian, tiba saatnya saya naik jabatan, maka anak buah saya yang mana yang saya pilih menggantikan saya?”

Kantor seperti juga Kampus adalah sebuah melting pot. Semua jenis manusia biasanya tumpah ruah disini. Coba anda lihat sekeliling anda, ada berbagai jenis sifat manusia berputar dan berinteraksi disekiling anda, ada berbagai jenis ras, agama dan pandangan yang mungkin sekali untuk bertabrakan dengan pandangan anda saat ini.

Sehingga bila saya harus memilih, saya dengan pasti akan memilih anak buah terbaik. Terbaik dalam hal merangkul dan membaca melting pot diatas (ingat bahwa isunya sudah melewati kemampuan teknis).

Dalam sebuah dunia pekerjaan yang umum, seringkali kita harus berinteraksi dengan berbagai macam orang, ada kolega kita yang mungkin bicaranya selalu tentang poligami, ada juga kolega yang lain yang selalu bilang “mudah-mudahan” setiap ditanya deadline, atau mungkin teman cubicle sebelah anda punya sifat untuk selalu bicara daerah selangkangan. Mau tidak mau itulah dunia pekerjaan (kita bahkan belum bicara tentang interaksi dengan client).

Disinilah nilai-nilai yang terdapat didalam diri seseorang akan dites sampai batasnya, Sifat-sifat untuk selalu berpikir terbuka misalnya, atau sifat toleransi dalam kaitannya dengan agama, pandangan dan ras.

Akan menjadi sangat “tidak pada tempatnya” bila saat diskusi dengan teman anda tentang kemungkinan shipping delay suatu project, anda berkata, “Kita serahkan saja kepada Allah SWT, Disitulah ketetapan-Nya berbicara” kepada teman anda yang kebetulan beragama kristen Katolik**.

Menarik untuk diketahui bahwa nilai-nilai seperti diatas ini ternyata akan terasa lebih terasah dan lebih sensitif bila sebelumnya di Kampus anda telah mempelajarinya. Disinilah sebenarnya kegiatan berorganisasi menjadi punya impak serius terhadap jenjang karir. Didalam organisasi Kampus yang bersifat melting pot inilah (Misalnya Himpunan mahasiswa satu jurusan) nilai-nilai yang bersifat universal bisa anda dapatkan. Toleransi, Open minded, tegas, Risk taker adalah beberapa nilai universal yang makin dibutuhkan di dunia kerja sekarang.

Mengakali sistem

Bila anda melihat diri anda sendiri, maka mana yang lebih cocok merepresentasikan anda:
John Doe, Pengalaman organisasi:
  • Kepala Divisi Kaderisasi HMM 2001 - 2002
  • Kepala divisi pengembangan kemahasiswaan BEM 2002 - 2003
  • Ketua Bakti Sosial Universitas peduli 2003
  • Sekretaris Umum Perkumpulan Mahasiswa Rantau
  • dll
atau
Jones Doe, Pengalaman organisasi:
  • anggota HMM 2001 – 2002
  • Anggota divisi keamanan Ospek BEM 2002
  • Seksi Umum, bakti sosial universitas peduli 2003
  • anggota Perkumpulan Mahasiswa Rantau

Seperti kebanyakkan CV yang ada, anda dan saya*** mungkin lebih cocok dengan representasi fiktif yang kedua. Terlihat seperti aktif dalam berbagai macam Organisasi tapi kalau dilihat lebih lanjut, posisinya lebih banyak menjadi anggota daripada menjadi bagian decision maker. Bahkan bukan tidak mungkin kalau anda akan mencantumkan, "partisipan Rapat Senat se Jawa Barat 2004” Setelah anda ikut membantu membawa dua kardus Aqua kedalam ruangan rapat :). itu pun setelah dipaksa-paksa oleh panitia saat anda sedang bermain kartu di ruangan Himpunan.

Dan jujur, dari pengalaman, penulisan-penulisan seperti ini akan lebih menjerumuskan anda dibandingkan membantu anda mendapatkan pekerjaan.

Dari satu ekstrim ke Ekstrim yang lain

Di lain pihak, tidak jarang juga kita dengar atau lihat, teman-teman kita yang satu jurusan begitu sibuknya berorganisasi sehingga muncul masalah kuliah yang terbengkalai. Untuk menjawab hal ini maka saya hanya bisa berkata, “Bila anda tidak lolos seleksi awalnya, anda tidak akan mempunyai kesempatan untuk membuktikan kemampuan organisasi anda”, dan hal ini juga sangat disayangkan.

Kesimpulan

Berorganisasi itu penting, sejauh kita tahu apa tujuannya dan apa impaknya kedalam kehidupan kita. Impak tidak melulu harus dihubungkan dengan pekerjaan tentunya, walaupun untuk relevansinya dengan tulisan ini maka impak terhadap pekerjaaanlah yang diukur.
Untuk lebih mudah dimengerti, saya akan menggambar suatu grafik yang dulu pernah dibicarakan dikelas.
Curva Karir
  • Dengan hard skill standard, maka proyeksi karir anda mungkin akan seperti kurva A
  • Dengan hard skill yang tinggi, maka proyeksi karir anda mungkin seperti kurva B
  • Dengan hard skill standard dan softskill yang tinggi, maka diharapkan kurva C lah yang akan anda dapatkan.
Semoga hal terakhirlah yang bisa kita capai semua, dan semoga kegiatan berorganisasi selama ini bisa memberikan kontribusi nyata kedalam karir kita.
Anda punya pendapat berbeda? Ayo kita diskusi!

Footnote:

*Saya tidak memegang posisis tinggi, cerita mengenai mencari pegawai baru adalah fiktif. Walaupun begitu saya memprojeksikan scope of work saya sekarang ke cerita fiktif tersebut.
** Menurut saya jawaban seperti ini, “yah manusia bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan” akan lebih tepat digunakan, bila situasinya seperti diatas.
**Saya merasa bukan aktivis Kampus. Saya pernah memegang beberapa posisi dalam organisasi di kampus, tapi sekali lagi saya tidak merasa bahwa saya masuk kategori aktivis kampus.


Article Detail

Original Writer:
Andrianto Hapsoro
Editor and Developer
Editors:
Andrianto Hapsoro
Translator+Spell Checker:
Will be done by Ikram Putra
Illustrator:
Andrianto Hapsoro

Comment(s)

Trackback
There are currently no trackbacks for this item.
Use this TrackBack url to ping this item (right-click, copy link target).If your blog does not support Trackbacks you can manually add your trackback by using this form
No comments yet, if you have something to say, fill the form below

Comment Form

Rules of Comment:
  1. We recorded your IP Address but we keep it confidential.
  2. You can stay anonymous by not wrote down your email and/or website, but to us you are not anonymous (see rules no.1).
  3. We'll not verify website and email, but please be responsible for your own comment and don't pretend to be someone else, because we'll know it (see rules no.1).
  4. We have right to deleted any comment and banned (see rules no.1) any person that Out Of Topic (Imposter, flame wars, SARA, degradating / promoting other product, services and person).

Latest Post

Post Detail

More Archives

+ November 08+ September 08+ February 08+ January 08

Most viewed Post

Berorganisasi itu Penting, Mitos Atau Fakta?

Curse that won't go away

Wanita dan Teknik Mesin

Saat hosting Provider anda bermasalah

8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu gak penting

By: Andrianto Hapsoro
on 02 November 2008
7 Comments so far

8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu penting

By: Andrianto Hapsoro
on 01 November 2008
2 Comments so far

Dream House, green House

By: Andrianto Hapsoro
on 17 September 2008
No comment so far

Saat hosting Provider anda bermasalah

By: Andrianto Hapsoro
on 19 February 2008
5 Comments so far

Wanita dan Teknik Mesin

By: Cahyo Martosudirjo
on 08 February 2008
3 Comments so far

Web Clip clip

what is Web Clip? click here to find out!

When you’re hiring, seek out people who are managers of one

...What’s that mean? A manager of one is someone who comes up with their own goals and executes them. They don’t need heavy direction. They don’t need daily check-ins..
But still, it's very dificult to become one :)

Solar Furnace Melts Steel, holy crap!

seeing the potential energy of the Sun:
..in the French Pyrenees, it's capable of achieving 4,352 ºF (2,400 ºC)—which, as you can see, it's enough to melt steel in a few seconds and almost disintegrate hot dogs..
This is by far the most interesting video about sun energy

100 Skills Every Man Should Know

From Popular Mechanic
...but a real guy needs to know how to do real stuff. After months of debate among PM’s expert editors, here’s our lineup of essential skills...

nice 100 point to do :) I've read it, and I roughly can do only 50%-60% of them.

Using laundromats for counter Terrorist

Smart idea from UK:
..While the laundry was indeed being washed, pressed and dry cleaned, it had one additional cycle -- every garment, sheet, glove, pair of pants, was first sent through an analyzer, located in the basement, that checked for bomb-making residue..

Not applicable in Indonesia though.