Pernyataan pertama sepertinya lebih ditujukan untuk mengejek dan hanya orang tolol yang akan tersinggung, pernyataan kedua adalah efek
lost in translation selama puluhan tahun akibat pemilihan kata
Teknik Mesin pada awalnya. Kali ini kita akan mencoba mendiskusikan pernyataan kedua.
Teknik Mesin - Mechanical Engineering
Seperti umumnya pengadopsian kata luar menjadi bahasa Indonesia,
mechanical engineering adalah kata yang seharusnya menjadi rujukan kata
Teknik Mesin. Semangat nasionalisme di masa lalu membuat orang ramai-ramai menterjemahkan kata asing menjadi bagian dari bahasa Indonesia, tidak terkecuali kata
Mechanical Engineering yang kemudian diterjemahkan sebagai
Teknik Mesin.
Mechaninal engineering sendiri adalah kata yang Menurut
Merriam-Webster Online Dictionary punya arti;
Main Entry: mechanical engineering, Function: noun, Date: circa 1890 : a branch of engineering concerned primarily with the industrial application of mechanics and with the production of tools, machinery, and their products
Sedangkan
menurut Wikipedia,
mechanical engineering punya arti;
Mechanics is, in the most general sense, the study of forces and their effect upon matter. Typically, engineering mechanics is used to analyze and predict the acceleration and deformation (both elastic and plastic) of objects under known forces (also called loads) or stresses.
Sebagai orang yang turut merasakan belajar di jurusan ini, deskripsi diatas cukup akurat. Menjadi masalah kemudian adalah kata
Teknik Mesin itu sendiri cukup kontroversial, karena bila diterjemahkan secara bebas kedalam bahasa Inggris lagi, maka kata itu akan menjadi
Machine Engineering atau
Engine Engineering, dua kata yang ternyata lebih sempit dibanding kata awalnya.
Seorang penerjemah selalu mengatakan bahwa menterjemahkan suatu kata asing menjadi kata lokal adalah hal yang tidak mudah dan bila tidak hati-hati punya kecenderungan untuk menjadi salah, mungkin inilah yang juga terjadi didalam kata
Teknik Mesin.
Efeknya
Teknik Mesin bila dijabarkan tanpa melihat informasi lainnya akan mempunyai arti sebuah jurusan teknik yang mempelajari mesin, sehingga wajar sekali bila hal ini membentuk persepsi orang awam tentang
Teknik Mesin menjadi melulu tentang mesin. Suatu hal yang ternyata kurang akurat mengingat pelajaran mengenai mesin secara mendetail normalnya baru muncul di tingkat empat, dan hanya di
cover oleh beberapa sks wajib.
Ironisnya persepsi yang sama tampaknya juga meluas di kalangan mahasiswa Teknik Mesin itu sendiri. Bila anda mengalami masa kuliah dan di universitas anda punya jurusan Teknik Mesin, pasti anda pernah dengar acara
engine tune up diadakan di kampus, dan tentu saja penyelenggaranya tidak lain dan tidak bukan adalah mahasiswa teknik mesin (Yah saya menunjuk anda HMM ITB!).
Harus mengerti Mesin?
Tidak ada salahnya bila sarjana mesin harus mengetahui bagian-bagian mesin, yang menjadi salah kaprah adalah kalau sarjana mesin juga dituntut untuk tahu kenapa setir mobil tua seseorang bergetar saat belok, kenapa tarikan mobil yang lain terasa
kurang narik atau busi merk apa yang sebaiknya dibeli. Itu semua lebih condong sebagai keahlian yang didapat dari hobi mengoprek mesin, dan hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus mengenyam pendidikan teknik mesin. Mensyaratkan bahwa menjadi sarjana teknik mesin berarti menguasai mesin saya kira bukan tujuan dari menjadi seorang sarjana teknik mesin.
Mechanical engineer maybe doesn't have to know about engine, but surely they have to know a lot about mechanical of things. agree?
Kesimpulan
Walaupun masalah
lost in translation seperti ini sepertinya bukan masalah besar, tapi bila kita pikirkan, bisa saja menjadi masalah. Bayangkan bagaimana kecewanya seorang mahasiswa yang gemar
mengroprek mesin mengetahui bahwa setelah dia mendaftar di jurusan teknik Mesin, pelajaran mengenai mesin selanjutnya baru akan didapat 4 tahun kemudian, dengan asumsi bahwa dia masih bertahan di tahun keempat tentunya. Terlalu banyak energi, waktu dan uang yang akan hilang percuma hanya karena masalah misinformasi saja.
Tentu pada akhirnya ini menjadi salah satu PR bagi jurusan Mesin, dan juga alumninya untuk memberikan informasi yang benar, mungkin bukan sebuah PR besar, tapi paling tidak sebuah
awareness untuk membawa ini ke dalam diskusi akan lebih dari cukup.
Article Detail
- Original Writer:
- Andrianto Hapsoro
- Editor and Developer
- Editors:
- I'm still alone
- Translator+Spell Checker:
- Will be handle by Ikram Putra
- Illustrator/image:
- Andrianto hapsoro
There are currently no trackbacks for this item.
Use this TrackBack url to ping this item (right-click, copy link target).If your blog does not support Trackbacks you can manually add your trackback by using this form