02
November
2008

8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu gak penting

Setelah menulis 8 alasan kenapa masuk universitas negeri itu penting, saatnya saya membahas mengenai efek negatif yang bisa menjangkiti setiap mahasiswa/ alumni universitas yang menjadi topik pembahasan, hal ini juga didasarkan pada pengalaman dan pengamatan saya selama saya menuntut ilmu di ITB dan sekarang telah menjadi alumni, so once again I ask you to not posting stupid comment ok.
You are reading 8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu gak penting an article wrote by Andrianto Hapsoro at Sunday (22:07:36), 02 November 2008
this articles consist 448 words and you are seeing version 1.1 of this article, you can view the change here
there are already 1288 person(s) reading this article, leaving 7 Comments so far

Extended body

8. Merasa paling benar

Yap, ini adalah salah satu sifat yang biasanya menjangkiti para mahasiswa universitas negeri. Hal ini bisa terjadi, mungkin karena dari puluhan ribu orang yang mendaftar untuk masuk ke universitas hanya segelintir orang yang pada akhirnya diterima, dan biasanya ini adalah lapisan teratas dan biasanya orang di lapisan teratas ini selalu benar pada saat berada di SMU.

7. Merasa paling pintar

Lagi-lagi, ini berkaitan dengan poin diatas.

6. susah kerjasama dengan orang lain

Orang pintar biasanya bekerja sendirian, sehingga bekerja sama dengan orang lain mungkin adalah hal baru yang bisa berakhir dengan konflik. Selama saya berada di ITB dan harus bekerjasama dengan orang lain, misalnya di praktikum, sering saya temui, hasil hitungan saya dihitung ulang lagi oleh teman kuliah se-tim. Ini bisa saja berarti teman saya menganggap saya memang bodoh, atau bisa juga memang karena alasan susah bekerja sama.

5. Keras Kepala

Saya sering menemui bahwa bila saya harus berdiskusi dengan sesama alumni ITB dan juga beberapa alumni dari universitas negeri lain seperti ITS atau UI, biasanya masing-masing selalu kekeuh dengan pendapatnya. Hal ini mungkin bisa menjadi bagus disatu sisi, tapi disisi lain bisa menimbulkan deadlock, dan deadlock dalam suatu diskusi bukanlah hasil yang baik.

4.Meremehkan orang lain

Meremehkan orang lain juga kadang-kadang timbul akibat embel-embel alumni universitas tertentu. Kata-kata seperti “lulusan mana sih tuh orang” dan “alah, cuman lulusan _____ aja belagu” biasanya sering keluar dari para alumni ini.

3. Pilih-pilih pekerjaan

Walaupun bisa disebut keuntungan karena bisa mempunyai hak memilih pekerjaan disaat sekarang ini adalah hal yang baik, tapi hasilnya adalah kesombongan.

2.Cap kutu loncat

Lagi-lagi embel-embel yang tidak menyenangkan tapi mau tidak mau telah menjadi semacam stigma dikalangan HRD (mungkin). Dalam dua tahun sejak saya lulus, beberapa teman saya telah mengalami berganti pekerjaan tidak kurang dari dua kali (dengan record dipegang teman kuliah saya yang baru satu hari kerja langsung keluar). Walaupun secara pribadi tidak begitu bermasalah, biasanya perencanaan pengembangan sumber daya manusia disetiap perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa sang pegawai akan berada lama di perusahaan tersebut. Bila anda sering pindah pekerjaan, maka HRD akan sulit menetapkan program delevopment, dan yang di rugikan tentu saja adik-adik kelas nantinya.

1. merasa menjadi pria paling keren

Mungkin ini yang agak susah dicerna oleh para alumni yang pintar tersebut, bahwa tidak semua wanita akan turn on bila anda bisa mengerti hukum termodinamika kedua dan menjelaskannya secara lancar. Serius.

Bagaimana menurut anda? Apakah menurut anda list ini benar? Silahkan beri komentar yang kontruktif.

Comment(s)

Trackback
There are currently no trackbacks for this item.
Use this TrackBack url to ping this item (right-click, copy link target).If your blog does not support Trackbacks you can manually add your trackback by using this form
Tuesday, 04 November 2008, 13:13:36
emang ga penting lagi masuk perguruan tinggi negeri, yang bikin semua itu seolah penting kan lingkungan dimana kita hidup, pengaruh keluarga, teman dll. itu yang bikin masuk PTN itu seolah penting, jika mau lihat dari sudut pandang lain mungkin masuk perguruan tinggi mau negeri mau swasta pun ga penting, yang penting mah bisa hidup dan kaya raya..

tapi kalo kata saya sih penting.. buat cari jodoh :)

is it a stupid comment? :P
- Comment posted by Ando ||
Tuesday, 04 November 2008, 19:00:18
not at all ndo :)
- Comment posted by andrianto ||
Tuesday, 11 November 2008, 14:56:25
damn!!!
you still alive my man?
count me in again.
wait in a few days.
- Comment posted by benisuryadi ||
Wednesday, 12 November 2008, 22:52:52
yes ben, I'm still here, live and kicking!
- Comment posted by andrianto ||
Thursday, 21 May 2009, 00:24:38
like this. tp trgantung indvidu msg2 kok. ad yg d PTN trkenal tp gak sombong dll. spt yg Anda tuliskan.
- Comment posted by awan ||
Saturday, 13 June 2009, 09:12:18
yang penting kemampuan, bukan PT mana yang kita masuki.
- Comment posted by heri ||
Friday, 07 August 2009, 12:27:17
benar sekali bila alam tulisan anda ini memaparkan bebarapa paradigma negative tentang itu , menurutku sih pintar hal yang positif sejauh bagaimana dia bisa mengimplementasikan itu , namun diatas dari segalanya karakter seseorang itu lebih banyak dibentuk oleh keluarga , lingkungan , kemauan bukan gengsi doang ......justru aku melihat banyak lo orang yang tamatan dari negeri gagal dalam pekerjaannya ketika dia bermasyarakat , memang benar hendaknyalah perguruan bukan hanya menitikberatkan pada intlektual saja , gimana dengan emotional , religius dll.....ingatkan bahwa intlektual hanya 10 persen saja membantu kita sukses dalam pekerjaan bukan???
- Comment posted by emmy ||

Comment Form

Rules of Comment:
  1. We recorded your IP Address but we keep it confidential.
  2. You can stay anonymous by not wrote down your email and/or website, but to us you are not anonymous (see rules no.1).
  3. We'll not verify website and email, but please be responsible for your own comment and don't pretend to be someone else, because we'll know it (see rules no.1).
  4. We have right to deleted any comment and banned (see rules no.1) any person that Out Of Topic (Imposter, flame wars, SARA, degradating / promoting other product, services and person).

Latest Post

Post Detail

More Archives

+ November 08+ September 08+ February 08+ January 08

Most viewed Post

Berorganisasi itu Penting, Mitos Atau Fakta?

Curse that won't go away

Wanita dan Teknik Mesin

Saat hosting Provider anda bermasalah

8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu gak penting

By: Andrianto Hapsoro
on 02 November 2008
7 Comments so far

8 alasan kenapa masuk universitas negeri (terkenal) itu penting

By: Andrianto Hapsoro
on 01 November 2008
2 Comments so far

Dream House, green House

By: Andrianto Hapsoro
on 17 September 2008
No comment so far

Saat hosting Provider anda bermasalah

By: Andrianto Hapsoro
on 19 February 2008
5 Comments so far

Wanita dan Teknik Mesin

By: Cahyo Martosudirjo
on 08 February 2008
3 Comments so far

Web Clip clip

what is Web Clip? click here to find out!

When you’re hiring, seek out people who are managers of one

...What’s that mean? A manager of one is someone who comes up with their own goals and executes them. They don’t need heavy direction. They don’t need daily check-ins..
But still, it's very dificult to become one :)

Solar Furnace Melts Steel, holy crap!

seeing the potential energy of the Sun:
..in the French Pyrenees, it's capable of achieving 4,352 ºF (2,400 ºC)—which, as you can see, it's enough to melt steel in a few seconds and almost disintegrate hot dogs..
This is by far the most interesting video about sun energy

100 Skills Every Man Should Know

From Popular Mechanic
...but a real guy needs to know how to do real stuff. After months of debate among PM’s expert editors, here’s our lineup of essential skills...

nice 100 point to do :) I've read it, and I roughly can do only 50%-60% of them.

Using laundromats for counter Terrorist

Smart idea from UK:
..While the laundry was indeed being washed, pressed and dry cleaned, it had one additional cycle -- every garment, sheet, glove, pair of pants, was first sent through an analyzer, located in the basement, that checked for bomb-making residue..

Not applicable in Indonesia though.